Belajar AI Tak Lagi Sulit: Warga Bandung Padati Kelas Gratis BandungNgariung

Pelatihan AI tersebut berlangsung pada Rabu malam (15/07/2026) di Ruang Azalea 3, Lantai P1 D'Botanica Mall (BTC), Kota Bandung.

Ketua Komunitas BandungNgariung, Martin B. Chandra saat memperkenalkan perjalanan komunitas yang dipimpinnya - (Sumber: BandungNgariung)
Ketua Komunitas BandungNgariung, Martin B. Chandra saat memperkenalkan perjalanan komunitas yang dipimpinnya - (Sumber: BandungNgariung)

ASEP NEWS, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/07/2026) – Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi teknologi yang hanya dimiliki kalangan ahli. Perkembangan pesat AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat belajar, bekerja, hingga berkreasi. Menyadari pentingnya literasi digital tersebut, Paguyuban BandungNgariung menggelar kelas edukasi bertajuk “Kenalan Sama AI Yuk: Belajar dan Mencoba AI dengan Optimal” pada Rabu malam (15/07/2026) di Ruang Azalea 3, Lantai P1 D’Botanica Mall (BTC), Kota Bandung.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat sangat tinggi. Lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang ikut mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan yang diberikan secara cuma-cuma tersebut.

Acara dibuka oleh Grace Minati yang bertindak sebagai pembawa acara. Dalam sambutannya, Grace menyampaikan apresiasi atas besarnya minat masyarakat untuk mengenal teknologi AI.

Grace Minati, host acara Komunitas BandungNgariung - (Sumber: BandungNgariung)
Grace Minati, host acara Komunitas BandungNgariung – (Sumber: BandungNgariung)

“Animo masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang ingin memahami AI, bukan hanya sebagai tren, tetapi sebagai keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Grace.

Sebelum memasuki sesi utama, Ketua Komunitas BandungNgariung, Martin B. Chandra, memperkenalkan perjalanan komunitas yang kini telah memasuki usia tiga tahun. Ia menjelaskan bahwa BandungNgariung saat ini telah resmi berbadan hukum di bawah naungan Yayasan BandungNgariung Peduli Sejahtera (YBPS).

Ketua Komunitas BandungNgariung, Martin B. Chandra saat memperkenalkan komunitasnya kepada para hadirin - (Sumber: Asep News)
Ketua Komunitas BandungNgariung, Martin B. Chandra saat memperkenalkan komunitasnya kepada para hadirin – (Sumber: Asep News)

Martin mengatakan, keberadaan badan hukum diharapkan dapat memperluas kontribusi komunitas kepada masyarakat, terutama melalui berbagai kegiatan edukasi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Untuk mendukung keberlangsungan program-program tersebut, anggota komunitas dikenakan iuran sebesar Rp30.000 per bulan atau Rp360.000 per tahun.

AI Dipahami Lewat Praktik Langsung

Memasuki sesi inti, narasumber Abdus mengajak peserta memahami AI dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Menurutnya, AI bukanlah teknologi yang harus ditakuti ataupun dianggap rumit, melainkan alat bantu (assistant) yang mampu meningkatkan produktivitas apabila digunakan secara tepat.

Abdus mengawali pemaparannya dengan menjelaskan konsep dasar AI generatif, yakni teknologi yang mampu menghasilkan teks, gambar, presentasi, audio hingga video berdasarkan instruksi (prompt) yang diberikan pengguna.

Narasumber Pelatihan AI BandungNgariung, Abdus ketika memaparkan materinya di hadapan para peserta - (Sumber: Asep News)
Narasumber Pelatihan AI BandungNgariung, Abdus ketika memaparkan materinya di hadapan para peserta – (Sumber: Asep News)

Abdus juga meluruskan anggapan bahwa penggunaan AI membutuhkan kemampuan teknis yang tinggi. Sebaliknya, hampir semua orang dapat memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan sehari-hari hanya dengan memberikan perintah yang jelas.

“Yang terpenting bukan sekadar menggunakan AI, tetapi mengetahui bagaimana memberikan instruksi yang tepat serta tetap melakukan pengecekan terhadap hasil yang diberikan AI,” jelas Abdus.

Demonstrasi AI yang Memukau Peserta

Suasana semakin hidup ketika Abdus melakukan demonstrasi langsung penggunaan beberapa aplikasi AI yang kini populer di masyarakat.

Salah satu praktik yang paling menarik perhatian peserta adalah mengubah tampilan foto menggunakan AI. Dalam hitungan detik, sebuah foto biasa dapat diubah menjadi berbagai gaya visual tanpa memerlukan kemampuan desain grafis profesional.

Para peserta Pelatihan AI BandungNgariung terlihat begitu antusias mengikuti jalannya acara - (Sumber: Asep News)
Para peserta Pelatihan AI BandungNgariung terlihat begitu antusias mengikuti jalannya acara – (Sumber: Asep News)

Tak hanya itu, Abdus juga memperlihatkan bagaimana AI mampu membuat presentasi secara otomatis hanya berdasarkan beberapa kalimat perintah. Materi presentasi lengkap dengan desain visual dapat dihasilkan dalam waktu singkat sehingga sangat membantu pekerja kantoran, guru, dosen maupun mahasiswa.

Demonstrasi lainnya adalah pembuatan video pendek dari kumpulan foto. Dengan bantuan AI, proses yang sebelumnya membutuhkan perangkat lunak penyunting video kini dapat dilakukan secara jauh lebih cepat dan praktis.

Selain itu, Abdus juga memberikan berbagai contoh pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, antara lain membantu menyusun surat resmi, membuat ringkasan dokumen panjang, menerjemahkan bahasa asing, mencari ide konten media sosial, menyusun rencana bisnis sederhana hingga membantu proses belajar.

Berbagai demonstrasi tersebut membuat peserta beberapa kali memberikan tepuk tangan karena terkesan dengan kemampuan AI yang sebelumnya belum banyak mereka ketahui.

AI Harus Digunakan Secara Cerdas dan Bertanggung Jawab

Dalam sesi diskusi, Abdus mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti kemampuan berpikir manusia. Menurutnya, hasil yang diberikan AI tetap harus diverifikasi karena teknologi tersebut masih dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat atau bahkan keliru.

Pesan tersebut sejalan dengan berbagai rekomendasi lembaga internasional. OECD bersama Komisi Eropa menegaskan bahwa literasi AI bukan hanya kemampuan menggunakan aplikasi AI, tetapi juga mencakup pemahaman cara kerja AI, kemampuan mengevaluasi hasilnya secara kritis, serta menggunakannya secara etis dan kreatif.

OECD juga mencatat bahwa penggunaan AI generatif berkembang sangat cepat di berbagai negara. Pada 2025, lebih dari sepertiga masyarakat di negara-negara anggota OECD telah menggunakan AI generatif, sementara sekitar tiga perempat mahasiswa berusia di atas 16 tahun memanfaatkannya dalam kegiatan belajar. Angka tersebut menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dunia kerja modern.

Meski demikian, para ahli juga mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis. Ketergantungan yang berlebihan terhadap AI dikhawatirkan dapat mengurangi kreativitas serta kemampuan analisis apabila pengguna menerima seluruh hasil AI tanpa melakukan pengecekan ulang.

Sesi foto bersama para peserta Pelatihan AI BandungNgariung - (Sumber: BandungNgariung)
Sesi foto bersama para peserta Pelatihan AI BandungNgariung – (Sumber: BandungNgariung)

Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat

Di akhir kegiatan, banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang langsung dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit pula yang baru pertama kali mencoba menggunakan AI secara langsung.

Kegiatan edukasi gratis yang digelar Paguyuban BandungNgariung ini menjadi salah satu contoh nyata upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Melalui pendekatan yang sederhana, interaktif, dan aplikatif, peserta diajak memahami bahwa AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan alat yang dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses belajar, serta membuka peluang kreativitas baru.

Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menghadapi tantangan era transformasi digital dengan lebih percaya diri.

***

Judul: Belajar AI Tak Lagi Sulit: Warga Bandung Padati Kelas Gratis BandungNgariung
Jurnalis: Asep (HC) Arie Barajati
Editor: Jumari Haryadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *