ASEP NEWS, Jakarta, Jumat (17/07/2026) – ADINKES Training Center mulai menyusun langkah besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Indonesia. Melalui penyusunan Training Need Assessment (TNA), lembaga ini ingin memastikan setiap program pelatihan yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Persiapan penyusunan TNA dibahas dalam rapat yang digelar secara daring pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut dikoordinasikan dari Kantor ADINKES Training Center di ITS Tower Lantai 9 Unit 15, Nifarro Park, Kalibata, Jakarta Selatan.

Penyusunan TNA merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja ADINKES Training Center yang berlangsung pada 3 Juli 2026 di Hotel Rooms Inc d’Botanica, Bandung. Dalam forum tersebut, jajaran pengurus mengevaluasi capaian Semester I Tahun 2026, menyusun agenda Semester II, sekaligus merancang program kerja untuk Tahun 2027.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai standar, ADINKES Training Center menghadirkan pakar Training Need Assessment, Dedeh Sya’adah, M.Kes. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penyusunan TNA mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Nomor HK.02.02/I/1170/2022 tentang Pedoman Training Need Assessment bagi Pengelola SDM Kesehatan.
Menurut Dedeh, TNA bukan sekadar menyusun daftar pelatihan, tetapi menjadi fondasi agar pelatihan benar-benar mampu menjawab persoalan yang dihadapi organisasi. Melalui TNA, lembaga dapat menentukan siapa peserta yang tepat, materi yang dibutuhkan, metode pembelajaran yang paling efektif, hingga memastikan bahwa akar persoalan memang berasal dari kesenjangan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja.
“TNA membantu memastikan bahwa pelatihan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi solusi yang tepat bagi peningkatan kompetensi SDM,” jelas Dedeh.
Dedeh juga menilai ADINKES Training Center memiliki modal yang kuat dalam menyusun TNA karena telah terakreditasi paripurna dan didukung para widyaiswara serta tenaga ahli yang berpengalaman di bidang pengembangan pelatihan kesehatan.

“Peran ADINKES Training Center dalam menyusun TNA sangat penting. Di sini berkumpul para ahli pelatihan yang sebelumnya memiliki pengalaman di BBPK maupun Bapelkes Kementerian Kesehatan,” ujar Dedeh.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa penyusunan TNA akan difokuskan kepada Kepala Dinas Kesehatan sebagai sasaran utama. Tim akan memetakan kompetensi berdasarkan Kamus Kompetensi Kementerian Kesehatan yang memuat 131 kompetensi, kemudian menetapkan delapan kompetensi prioritas sebagai dasar penyusunan instrumen penilaian.
Penyusunan TNA akan melalui tujuh tahapan, mulai dari penyusunan instrumen berdasarkan hasil pemetaan kompetensi, uji coba instrumen, finalisasi, pengumpulan data selama sekitar satu setengah bulan, analisis kesenjangan kompetensi (gap analysis), penyusunan rekomendasi, hingga penyusunan laporan akhir.
ADINKES Training Center menargetkan seluruh proses penyusunan TNA selesai pada akhir Desember 2026. Hasilnya kemudian akan menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum dan modul pelatihan baru yang ditargetkan mulai diterapkan pada April 2027.
Dalam kesempatan tersebut juga dibentuk Tim TNA ADINKES Training Center. dr. Achmad Subagio T., MARS, dipercaya sebagai Ketua Tim, didampingi Dr. Cecep Yudiana, SKM, M.Kes. dan dr. Tri Nugroho, MQIH sebagai Wakil Ketua. Sementara Rasa Harbakti, SKM, M.Kes. ditunjuk sebagai Sekretaris.
Tim ini diperkuat seluruh widyaiswara ADINKES Training Center dengan dukungan manajemen, khususnya dalam pengembangan sistem teknologi informasi TNA. Penguatan tersebut melibatkan Sheila Ridawaty, S.Kep., Ners., MKM selaku Wakil Direktur ADINKES Training Center bersama Maghfir Ibnu Cholis, Muh. Qadri D. Iqram, Ahmad Gandi Kusuma, S.Kom., dan Rizky Muhammad Haikal Mustofa, S.Tr.Kes.
Melalui penyusunan TNA yang terstruktur dan berbasis kebutuhan nyata, ADINKES Training Center berharap dapat menghadirkan program pelatihan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memperkuat kompetensi SDM kesehatan. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan turut berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
***
Judul: Bukan Sekadar Pelatihan, ADINKES Training Center Siapkan Program Berbasis Kebutuhan Nyata SDM Kesehatan
Jurnalis: Asep Zaenal Mustofa (AZM)
Editor: Asep (HC) Arie Barajati












