Ingat Pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman

Artikel ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani

Ilustrasi: Jenderal Sudirman saat memimpin perang gerilya sambil ditandu oleh prajuritnya - (Sumber: Asep News)
Ilustrasi: Jenderal Sudirman saat memimpin perang gerilya sambil ditandu oleh prajuritnya - (Sumber: Asep News)

ASEP NEWS, Kolom OPINI, Senin (20/04/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul Ingat Pesan  Panglima Besar Jenderal Sudirman” ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani alias Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han., Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD),  Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, dan founder Asep News (AsepNews.id).

Di tengah riuh rendah keadaan, di saat banyak suara yang mencoba memecah belah, ada satu hal yang tak pernah luntur dari sanubari. Di hati gue, tertanam kuat satu keyakinan yang menjadi kompas hidup: Ingat pesan Panglima Besar Sudirman.

Bukan sekadar kata-kata sejarah yang dibaca di buku pelajaran, tapi sebuah nyawa yang terus berdenyut. Beliau bukan hanya pemimpin pasukan, beliau adalah pelita yang menunjukkan jalan ketika negeri ini gelap gulita. Ketika musuh datang dengan senjata lengkap, ketika tipu daya musuh sehalus embun pagi yang mencoba membutakan, beliau berdiri tegak dengan satu tekad: Merdeka atau Mati!

Asep Kuswani
Mayjen TNI Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han. saat masih aktif – (Sumber: Asep News)

Pesan itu bukan hanya tentang perang di medan tempur dengan bambu runcing. Pesan itu adalah tentang jati diri. Bahwa selemah apa pun kita, sebesar apa pun godaan dunia yang datang menyerupai kebaikan, selama kita bersatu dan berpegang pada kebenaran, tak ada kekuatan yang mampu menundukkan kita.

Iblis-iblis yang datang menggoda, yang ingin merusak “Negeri Bidadari” ini, mereka takut pada satu hal: Jiwa yang tak pernah tunduk. Seperti halnya Bung Sudirman yang meski sakit-sakit, meski harus digendong, semangatnya tak pernah goyah.

Maka di hati gue cuma ada satu. Gue nggak akan biarkan negeri ini hancur dimakan bisikan keji. Gue akan pegang erat warisan itu. Selama napas masih berhembus, selama darah masih mengalir, pesan itu akan jadi perisai.

Jangan pernah mau dijajah, jangan pernah mau dibodohi, dan jangan pernah lupa siapa diri kita. Itu warisan terindah. Dan itu yang akan gue bawa sampai akhir.

Apa yang disampaikan pesan dari Panglima besar Sudirman kepada para prajuritnya, tentunya bukan hanya untuk para prajurit saja tapi ini untuk semua bangsa Indonesia.

Pesan Panglima Besar Sudirman Terhadap Negeri Gue

Panglima Besar Sudirman nggak banyak bicara. Tapi sekali bicara, pesannya menampar. Dia nggak pernah duduk di kursi empuk. Bahkan saat jadi panglima, dia memimpin gerilya sambil ditandu karena paru-parunya tinggal satu. Dari situlah pesannya lahir: bukan dari ruang ber-AC, tapi dari hutan, dari darah, dari napas yang satu-satu.

1. Pertahankan kemerdekaan sampai titik darah penghabisan

Sudirman bilang: “Kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia ini bukan hadiah dari siapa pun. Tetapi hasil perjuangan seluruh rakyat.” Karena itu, nggak boleh diserahkan. Nggak boleh digadaikan. Walau kita harus merangkak, walau kita harus mati, tanah ini harus tetap milik kita.

2. TNI lahir dari rakyat, untuk rakyat

Dia selalu ingatkan tentara: “Tentara bukan suatu golongan di luar masyarakat. Tentara hanya bagian dari rakyat yang punya kewajiban menjaga kedaulatan.” Jadi kalau hari ini ada yang lupa, pesan Sudirman jelas. Senjata itu amanah. Kekuasaan itu titipan. Semuanya balik lagi buat rakyat.

3. Jangan sekali-kali jadi pengecut

Waktu Belanda datang lagi di Agresi Militer II, banyak yang nyuruh dia menyerah. Berunding. Sudirman malah pilih masuk hutan. Sakit, hujan, demam, tapi jalan terus. Dia ngajarin: pemimpin boleh lemah badannya, tapi nggak boleh lemah nyalinya. Ke rakyatnya dia pesan: jangan penakut. Kalau kita takut, habis kita.

4. Percaya pada kekuatan sendiri

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela.” Itu Sudirman. Dia percaya Indonesia bisa berdiri karena tekad, bukan karena belas kasihan bangsa lain. Negeri gue harus berdiri di kaki sendiri.

5. Jaga persatuan, singkirkan pengkhianat

Sudirman paling benci sama penghianat. Yang jual negara demi jabatan. Yang lebih pilih selamat sendiri ketimbang selamat bareng-bareng. Pesannya: lawan musuh dari luar, tapi waspada sama musuh dari dalam.

Negeri gue hari ini beda dengan negeri Sudirman dulu. Nggak ada Belanda bawa bedil, tapi pesannya masih sama: merdeka itu diuji tiap hari. Diuji waktu kau disogok, diuji waktu kau milih diam, diuji waktu kau ditawari jual tanah, jual data, jual idealisme.

Jadi kalau lu tanya apa pesan Sudirman buat negeri gue sekarang, jawabannya satu: Jangan lembek. Jaga Indonesia. Kalau perlu, mati untuknya.

***

Judul: Ingat Pesan  Panglima Besar Jenderal Sudirman
Penulis: Ki Asep Kuswani
Editor: Asep (HC) Arie Barajati

Selamat Hari Kartini
Selamat Hari Kartini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *