Seragam Boleh Saya Lepas, tetapi Jiwa Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Artikel ini ditulis oleh: Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han.

Foto bersama acara temu kangen keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad yang berlangsung pada Kamis (12/09/2026) - (Sumber: Asep News)
Foto bersama acara temu kangen keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad yang berlangsung pada Kamis (12/09/2026) - (Sumber: Asep News)

ASEP NEWS, Kolom OPINI, Kamis (17/09/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul Seragam Boleh Saya Lepas, tetapi Jiwa Pengabdian Tak Pernah Pensiun ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani alias Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han., Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD),  Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, dan founder Asep News (AsepNews.id).

Ada pagi-pagi tertentu yang terasa berbeda. Pagi itu, Sabtu (12/09/2026) ketika saya kembali bertemu dengan wajah-wajah lama, wajah yang pernah hadir dalam satu perjalanan panjang pengabdian.

Rambut kami mungkin sudah memutih. Langkah kami juga sudah tidak lagi setegap dahulu. Waktu telah meninggalkan jejaknya di wajah kami. Namun, ketika kami duduk bersama dan saling menyapa, tiba-tiba saja jarak puluhan tahun seperti menghilang.

Saya ketika memberikan kata sambutan dalam acara temu kangen keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad pada Kamis (12/09/2026) - (Sumber: ASep News)
Saya ketika memberikan kata sambutan dalam acara temu kangen keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad pada Sabtu (12/09/2026) – (Sumber: ASep News)

Kami kembali menjadi satu keluarga. Itulah yang saya rasakan ketika berkumpul bersama keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad dalam sebuah temu kangen yang berlangsung penuh keakraban dan keceriaan.

Bagi saya, pertemuan ini bukan sekadar berkumpul untuk mengenang masa lalu. Ia adalah perjalanan kembali kepada sebuah rumah yang bernama persaudaraan.

Dulu, rumah itu adalah kesatuan. Tempat kami ditempa menjadi prajurit yang terdidik, terlatih, disiplin, dan siap setiap saat menerima perintah negara. Kami belajar bahwa tugas bukan sekadar kewajiban, tetapi amanah. Ketika negara memanggil, tidak ada alasan untuk mengatakan tidak siap.

Kami pernah melewati masa-masa ketika seragam menjadi identitas, disiplin menjadi napas, dan pengabdian menjadi jalan hidup.

Ibu-ibu yang hadir dalam acara temu kangen keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad pada Sabtu (12/09/2026) - (Sumber: Asep News)
Ibu-ibu yang hadir dalam acara temu kangen keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad pada Sabtu (12/09/2026) – (Sumber: Asep News)

Kini waktu telah membawa kami ke halaman yang berbeda. Seragam telah kami lepaskan. Jabatan telah kami tinggalkan. Pangkat yang dahulu melekat di pundak kini menjadi bagian dari kenangan. Tetapi saya percaya, ada sesuatu yang tidak pernah bisa dicopot bersama seragam: jiwa pengabdian.

Saya masih mengingat semangat yang dahulu begitu kuat kami pegang: “Berani, Benar, Berhasil.” Bagi saya, semboyan itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah nilai yang seharusnya tetap hidup, bahkan setelah seseorang meninggalkan dinas militer.

Medan perjuangan memang berubah. Dahulu kami menjaga negara dengan tugas dan tanggung jawab kedinasan. Sekarang, barangkali pengabdian itu menemukan bentuknya dalam hal-hal yang lebih sederhana: menjaga persaudaraan, menghormati sesama, menjadi teladan bagi generasi muda, membantu masyarakat, dan hadir ketika saudara membutuhkan.

Saya memandang temu kangen ini sebagai sesuatu yang sangat berarti. Di tengah perjalanan hidup yang semakin panjang, kita membutuhkan ruang untuk kembali saling menyapa. Kita membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Kita membutuhkan saudara untuk mengingatkan bahwa perjalanan hidup ini tidak pernah benar-benar kita lalui sendirian.

Ada senior yang kita hormati. Ada junior yang dahulu kita bimbing. Ada sahabat seperjalanan yang mungkin sudah lama tidak kita jumpai. Ketika semuanya kembali berkumpul, yang tersisa bukan lagi soal pangkat atau jabatan, yang tersisa adalah persaudaraan.

Saya sering berpikir, mungkin inilah salah satu hadiah terindah dari perjalanan panjang sebagai seorang prajurit. Bukan hanya pengalaman menjalankan tugas, tetapi juga mendapatkan saudara-saudara yang tetap bisa kita panggil keluarga. Bahkan, setelah puluhan tahun berlalu.

Waktu boleh berjalan sejauh apa pun, tetapi kenangan tentang kebersamaan akan selalu menemukan jalan untuk pulang. Hari ini kami mungkin tidak lagi berdiri dalam satu barisan dengan seragam yang sama. Namun, saya yakin hati kami masih berada dalam satu barisan: barisan orang-orang yang pernah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Seragam boleh pensiun. Pangkat boleh ditanggalkan, tetapi semangat pengabdian tidak mengenal masa pensiun. Selama masih diberi kesempatan untuk bernapas, selama masih ada yang bisa kami lakukan, saya percaya masih ada ruang untuk berbuat baik bagi negeri.

Jika suatu hari nanti kami kembali berkumpul, saya berharap bukan hanya cerita masa lalu yang kami bawa. Tetapi juga cerita tentang kebaikan-kebaikan kecil yang telah kami tanam setelah purnabakti.

Pada akhirnya, mungkin itulah makna pengabdian yang sesungguhnya: bukan tentang seberapa lama kita mengenakan seragam, tetapi tentang seberapa banyak manfaat yang masih dapat kita tinggalkan setelah seragam itu kita lepaskan.

Salam hormat dan salam persaudaraan untuk seluruh keluarga besar Army Purnawirawan PBI Kostrad.

Sekali Kostrad, Tetap Kostrad!

Komando

Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si. (Han).

***

Judul: Seragam Boleh Saya Lepas, tetapi Jiwa Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Penulis: Ki Asep Kuswani

Editor: Asep (HC) Arie Barajati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *