ASEP NEWS, Kolom OPINI, Selasa (13/10/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Jadilah Pemimpin yang Dicintai Rakyat” ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani alias Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han., Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD), Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, dan founder Asep News (AsepNews.id).
Saudaraku, pada pagi yang ceria ini biasanya aku ditemani secangkir kopi dan tidak ketinggalan gula aren, dibarengi rebusan hasil kebun: ubi dan singkong. Rasanya sunggauh nikmat, apalagi dibarengi dengan cuaca yang sudah lama tidak turun hujan.
Sambil minum kopi kucoba curat coret sedikit sambil ditemani permaisuri sebagai penyemangat.
Aku masih teringat ketika masih dinas dan mengikuti pendidikan, selalu diberikan materi pelajaran kepemimpinan. Ternyata materi tersebut sangat berguna bagi seseorang yang memangku tanggung jawab sebagai pemimpin, baik di lingkungan keluarga, organisasi, institusi maupun pemimpin negeri.
Pada pagi hari ini tersirat bahwa untuk menjadi seorang pemimpin maka jadilah pemimpin yang dicintai rakyat.
Saat ini banyak orang bermimpi menjadi pemimpin. Namun, sayangnya hanya sedikit orang yang memahami makna kepemimpinan yang sesungguhnya. Pemimpin itu bukan sekadar seseorang yang duduk di kursi kekuasaan, memegang wewenang, atau memiliki gelar yang terpajang di ruang kerja yang megah. Pemimpin yang sejati adalah mereka yang hadir di tengah-tengah rakyatnya, mendengar keluh kesah mereka, dan hidup untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Pemimpin yang hebat bukanlah yang paling berkuasa, melainkan yang paling banyak memberi manfaat.”
Menjadi pemimpin yang dicintai rakyat adalah sebuah pilihan, sebuah perjuangan hati, dan sebuah tanggung jawab yang tak terputus.
Saudaraku, untuk menjadi pemimpin yang dicintai rakyat itu tidak mudah. Akan tetapi, bagaimanapun seseorang yang terpilih menjadi pemimpin harus mampu untuk mempersatukan orang-orang yang memiliki cara pandang berbeda-beda.
Ada beberapa hal yang perlu kita upayakan agar seorang pemimpin itu bisa dicintai oleh rakyatnya, di antaranya adalah:
Pertama, pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang memahami rakyatnya. Ia tidak berdiri di atas menara gading, melainkan turun ke jalan, menyapa yang kecil, mendengar yang bisu, dan merasakan apa yang dirasakan rakyatnya.
Seorang pemimpin harus tahu di mana letak kesulitan warganya, apa yang mereka butuhkan, dan harapan apa yang tersimpan di dalam hati mereka. Seorang pemimpin yang bijak pernah berkata, “Jangan pernah memimpin orang yang tidak kau kenal dan jangan pernah berjanji kepada orang yang tidak kau dengarkan.”
Ketika seorang pemimpin memahami rakyatnya, setiap kebijakan yang diambilnya akan terasa adil, bijaksana, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Kedua, pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang jujur dan amanah. Kepercayaan rakyat adalah harta yang paling berharga. Sekali kepercayaan itu dirusak, sulit untuk dikembalikan.
Pemimpin yang amanah menepati janjinya, bersikap transparan dalam setiap langkahnya, dan tidak menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi maupun kelompok. Ia sadar bahwa segala kekuasaan yang ia pegang hanyalah titipan, dan suatu saat harus dipertanggungjawabkan. Kejujuran adalah mata air kepercayaan, dan kepercayaan adalah jembatan cinta antara pemimpin dan rakyat.
Ketiga, pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang rendah hati dan tidak sombong. Semakin tinggi kedudukannya, semakin dalam ia menanamkan akarnya di tengah rakyat. Ia tidak merasa lebih tinggi dari siapa pun karena ia sadar bahwa tanpa rakyat, ia bukan siapa-siapa.
Kesombongan akan menjauhkan pemimpin dari rakyatnya, sementara kerendahan hati akan membuatnya selalu dekat di hati mereka. Rakyat tidak mencintai pemimpin yang angkuh, melainkan pemimpin yang tetap sederhana meski jabatannya tinggi.
Keempat, pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang berani berjuang demi kebenaran dan keadilan. Ia tidak memihak pada kekuatan atau kekayaan, melainkan memihak pada kebenaran. Ia berani membela yang lemah dan meluruskan yang bengkok.
Rakyat akan mencintai pemimpin yang menjadi perisai bagi mereka, bukan pedang yang menakuti mereka. Keadilan adalah fondasi yang membuat rakyat merasa aman, dihargai, dan diakui haknya.
Saudaraku, ini hanya beberapa pandangan saja, mungkin masih banyak lagi cara pandang dari saudara-saudaraku. Silahkan pemikiran masing-masing bisa ditambahkan.
Sebagai penutup, bahwa menjadi pemimpin yang dicintai rakyat bukanlah hal yang mudah. Namun, juga bukan hal yang mustahil. Ia dimulai dengan hati yang tulus untuk melayani, diikuti dengan langkah-langkah yang jujur, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.
Ingatlah, masa kekuasaan akan berlalu, gelar akan hilang, dan harta akan habis. Namun, jejak kebaikan yang kau tinggalkan di hati rakyat akan tetap hidup selamanya.
Jadilah pemimpin yang ketika ia hadir, rakyat merasa tenang. Jadilah pemimpin yang ketika ia berbicara, rakyat merasa didengar.
Jadilah pemimpin yang ketika ia pergi, rakyat merindukan kehadirannya. Itulah keberhasilan kepemimpinan yang sejati — dicintai bukan karena paksaan, melainkan karena kebaikan yang tulus dari hati.
***
Judul: Jadilah Pemimpin yang Dicintai Rakyat
Penulis: Ki Asep Kuswani
Editor: Asep (HC) Arie Barajati








