Tiga Cara Menjaga Hati agar Tetap Bersih Usai Ramadan

Artikel ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani

Bersedekah
Ilustrasi: Seorang pria paruh baya sedang bersedekah kepada keluarga fakir miskin - (Sumber: Asep News)

ASEP NEWS, Kolom OPINI, Sabtu (28/03/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul Tiga Cara Menjaga Hati agar Tetap Bersih Usai Ramadan” ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani alias Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han., Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD),  Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, dan founder Asep News (AsepNews.id).

Saudaraku. Pagi ini, setelah sebulan lamanya berpuasa, aku kembali duduk di teras rumahku dibarengi secangkir kopi dan susu yang selalu menemani. Bedanya dari hari-hari biasa, kali ini minuman hangat tersebut ada tambahan sedikit kue-kue sisa lebaran yang menambah suasana menjadi semakin semangat.

Hikmah semangat dari berpuasa sudah barang tentu banyak sekali, baik untuk kebutuhan jasmani maupun rohani. Puasa membuat jiwa kita menjadi lebih bersih dan hidup menjadi tenang.

Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han.
KI Asep Kuswani, penulis – (Sumber: Asep News)

Saudaraku. Pada pagi yang cukup ceria ini, aku menatap sinar mentari pagi seakan dia memberikan sinyal dengan sinarnya yang lembut, tetapi tajam seperti sebilah pisau yang menusuk ke dalam jantungku. Dengan bisikan halus seakan-akan ia bicara dengan hatiku agar kita selalu bersyukur kepada Sang Khalik yang telah memberikan rezeki yang tiada terukur.

Dengan bisikan nurani itu pastinya kita memiliki perasaan yang sama, yakni gembira. Gembira bukan karena banyak makanan di rumah. Bukan juga karena kita banyak uang. Bukan pula karena pakaian kita baru, tapi sorotan sinar mentari pagi itu telah membisikkan hati nurani kita bahwa kegembiraan itu karena kita berada dalam kesucian jiwa, kebersihan hati setelah melaksanakan ibadah Ramadan.

Saudaraku. Kita semua tentu menyadari masih banyak di antara kita yang perilakunya yang tidak selaras dengan apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Semua itu disebabkan oleh penyakit hati.

Kita telah menyaksikan bersama, bagaimana negara di belahan bumi yang lain kini sedang berperang yaitu Israel-USA dengan Iran. Sampai sekarang peperangan tersebut belum selesai. Ketika Israel dan USA menyerang Iran disangkanya Iran tidak mempunyai kemampuan. Namun, kenyataannya berbeda. Bahkan Iran mampu menyerang balik dengan rudal balistiknya.

Sekarang beredar kabar terbaru yang mengguncang Pentagon datang dari samudra Hindia. Iran dilaporkan menembakkan dua rudal balistik jarak menengah ke arah Pangkalan Militer AS-Inggris di Diego Garcia yang berjarak 4.000 km ─ jangkauan yang sebelumnya diyakini para analis barat tidak dimiliki Iran.

Saudaraku, perang Iran vs AS-Israel sebagai salah satu contoh kita kesampingkan dulu. Sekarang mari kita kembali ke pokok permasalahannya. Kalau kita tarik ke ujung bahwa itu semua disebabkan oleh penyakit hati. Dalam tubuh kita, hati mempunyai kedudukan yang sangat penting. Baik buruknya perilaku seseorang sangat bergantung pada bagaimana keadaan hatinya .

Rasulullah Saw bersabda, “Ingatlah, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik, baiklah anggota tubuhnya dan apabila ia buruk, buruk pulalah tubuh manusia. Segumpal daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhori dan Muslim). Oleh sebab itu hati harus kita perlakukan dengan baik.

Saudaraku, dalam menyikapi hati ini agar tetap terpelihara dengan baik, aku pernah membaca buku khotbah Jumat ringkas karya Muhammad Suhadi, L.C., M.H. Dalam buku tersebut dijelaskan tentang cara menjaga hati agar tetap bersih dan tidak ternodai.

Pertama, hati harus dibersihkan. Seperti halnyanya badan dan benda-benda, hati bisa mengalami terjangkit kotoran. Namun, kotornya hati bukan karena debu. Hati menjadi kotor apabila di dalamnya ada sifat-sifat suka terhadap perilaku dosa, padahal dosa semestinya dibenci. Oleh karena itu jalan terbaiknya adalah segera bertobat kepada Allah SWT agar hati kita menjadi bersih kembali.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba ketika berbuat dosa, ada titik hitam di hatinya. Ketika dia meninggalkan dosanya, memohon ampun dan bertaubat, hatinya menjadi bersih. Dan jika dia kembali (berbuat dosa), titik hitam terus bertambah di hatinya sampai menggunung, dan itulah yang menyelubungi hati (dari cahaya), seperti yang Allah firmankan, Sama sekali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” ( H.R. Tirmidzi).

Kedua, hati harus dilembutkan. Kelembutan hati sangat penting untuk dimiliki karena dengan kelembutan hati komunikasi dengan yang lain akan berlangsung dengan baik dan mudah menerima nilai-nilai kebenaran.

Ketiga, hati harus didoakan. Hati manusia bisa berubah dengan cepat. Dalam bahasa Arab, hati adalah qalbun yang artinya bolak-balik dan mudah berubah. Seseorang dengan mudahnya pada pagi hari bilang A. Namun, ketika sore hari bisa bilang B. Oleh karena itu agar hati kita Istikamah di jalan Allah hendaknya kita sering berdoa kepada Allah SWT.

Saudaraku, itulah tiga perkara yang harus dilakukan terhadap hati kita. Dengan melakukan tiga perkara ini InsyaAllah perbaikan terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Bahkan, seluruh umat Islam di dunia akan dapat dilakukan setelah kita meninggalkan Ramadan dan semoga bertemu kembali dengan Ramadan yang akan datang.

***

Judul: Tiga Cara Menjaga Hati agar Tetap Bersih Usai Ramadan
Penulis: Ki Asep Kuswani
Editor: Asep (HC) Arie Barajati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *