ASEP NEWS, Kolom OPINI, Minggu (29/03/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Perjalanan Menuju Majelis Dzikir Masjid Amaliyah Sanding Garut: Sebuah Pengalaman Spiritual” ini ditulis oleh: Ki Asep Kuswani alias Mayjen TNI (Purn.) Asep Kuswani, S.H., M.Si.Han., Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD), Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, dan founder Asep News (AsepNews.id).
Setelah salat Subuh, pada Minggu (29/03/2026), saya dan keluarga memulai perjalanan dari rumah kami di Rancaekek, Kabupaten Bandung menuju Majelis Dzikir Mesjid Amaliyah Sanding Garut. Suasana pagi yang cukup sejuk dan menyegarkan menyambut saya di jalan. Pemandangan sangat indah, terlihat hijaunya sawah dan pegunungan yang membentang sepanjang perjalanan.

Saya bersyukur bisa melihat alam pegunungan kembali hijau, biasanya yang saya lihat beberapa bukit yang rusak akibat digali oleh oknum pebisnis yang selalu ingin mengeruk keuntungan. Namun, sekarang bukit itu sudah mulai menghijau lagi. Mungkin ini bisa jadi merupakan hasil upaya Bupati Kabupaten Garut dalam menghentikannya.



Selama perjalanan saya merasa hati saya mulai tenang dan damai, seiring dengan perjalanan yang semakin mendekati tujuan. Saya merasa seperti sedang menuju ke tempat yang sangat istimewa, tempat di mana saya dapat membersihkan hati dan memperkuat hubungan dengan baik itu silaturahmi begitu juga dengan sang maha pencipta Allah SWT.


Setelah beberapa jam perjalanan, saya akhirnya tiba di Majelis Dzikir Mesjid Amaliyah Sanding Garut sesuai dengan alamat undangan. Lalu saya keluar dari kendaraan. Namun, tiba-tiba di belakang datang mobil merah. Awalnya saya tidak tahu siapa dia. Eh, ternyata yang datang Ketua Umum Paguyuban Asep Dunia (PAD), Kang Asep Jaelani beserta istri.
Alhamdulillah kami bisa bersama menuju Masjid Amaliyah. Saya disambut dengan penuh kehangatan oleh Pak Ustaz dan Kang Asep Budiman, Asep Muhidin, begitu juga beberapa pengurus DKM masjid yang sudah menunggu bertepatan namanya Asep juga. Kemudian kami duduk bersama dan memulai berzikir, mengucapkan kalimat-kalimat zikir yang sangat indah dan menyentuh hati.

Hikmah dari perjalanan ini adalah bahwa kita harus selalu berusaha untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan baik bersilaturahmi dan juga memperkuat hubungan dengan Allah. Perjalanan menuju Majelis Dzikir Mesjid Amaliyah Sanding Garut adalah sebuah pengalaman spiritual yang sangat berharga sehingga membuat saya merasa lebih dekat dengan Allah dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Saya juga belajar bahwa berzikir bukan hanya sekedar mengucapkan kalimat-kalimat zikir, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat memusatkan pikiran kita pada Allah dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Dengan berzikir, kita dapat mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian yang sejati.
Perjalanan ini juga mengingatkan saya bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjalanan spiritual dan kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Semoga perjalanan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu berusaha membersihkan hati dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta Alam Semesta, Allah SWT.
***
Judul: Perjalanan Menuju Majelis Dzikir Masjid Amaliyah Sanding Garut: Sebuah Pengalaman Spiritual
Penulis: Ki Asep Kuswani
Editor: Asep (HC) Arie Barajati












